AKIBAT INTERVENSI PIHAK LUAR; Muswil Garda Bangsa ’Deadlock’
Akibat terjadinya intervensi pihak di luar Garda Bangsa, Musyawarah Wilayah I Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Muswil I DKW Garda Bangsa) DIY berlangsung panas, Minggu (25/2). Bahkan Muswil pun berakhir deadlock, sehingga kepengurusan DPW Garda Bangsa DIY dikembalikan kepada DKN (Dewan Koordinasi Nasional).
Mantan Ketua DPW Garda Bangsa DIY, H Agus Sulistiyono SE yang dihubungi Senin (26/2) mengaku, Muswil sejak dibuka, pembahasan tata tertib, pembahasan laporan pertanggungjawaban, pembahasan persyaratan calon ketua dan ketika pengurus dinyatakan demisioner, persidangan berjalan lancar.
Persoalan muncul, ketika persidangan pemilihan Ketua DPW Garda Bangsa yang dipimpin Ketua DKN Garda Bangsa, Sulthonul Huda, persoalan muncul. Sebab dalam tatib, persyaratan calon ketua yang disetujui adalah, orang yang telah atau sedang menjalani kepengurusan Garda Bangsa. Namun ternyata, ketika proses sedang berjalan, terjadilah intervensi karena ada keinginan pihak diluar Garda Bangsa yang menginginkan orangnya menjadi ketua.
Padahal saat itu, di forum telah muncul sejumlah kandidat yang memenuhi persyaratan, dan memiliki kapasitas untuk memimpin Garda Bangsa DIY. Mereka antara lain Wawan (dari DKC Kota Yogya), Nurus (Sekretaris DKC Sleman), Sigit Grenjeng (DKC Bantul) dan Aziz (DKC Gunungkidul).
Akibat adanya intervensi itulah, maka ketika sidang pemilihan ketua, peserta yang mempunyai hak pilih yaitu Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul meninggalkan sidang (walk out). Bahkan setelah diskors sekitar 30 menit, pemegang mandat yang pulang justru bertambah, yaitu DKC Sleman . Praktis peserta yang mempunyai hak pilih tinggal DKC Kota dan DKW DIY Demisioner. Karena sidang tak memenuhi kourum lagi, maka akhirnya Muswil I Garda Bangsa DIY dinyatakan dead lock dan kepengurusan DKW (Dewan Koordinasi Wilayah) Garda Bangsa DIY dipegang DKN (Dewan Koordinasi Nasional).





