Pembuat virus kini makin produktif. Tahun 2006, sedikitnya 5.000 virus beredar per hari. Jauh lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ryan Connolly, dari Team Cymru mengungkap hal itu di ajang Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) 2007 di Nusa Dua, Bali.

Dipaparkan Connolly, jumlah virus yang terdeteksi meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1988 jumlahnya kurang dari 10 virus, tahun 1999 virus baru ditemukan setiap dua hari sekali, tahun 1993 kemunculan virus mencapai 10-30 virus per minggu, tahun 1995 ditemukan lebih dari 6.800 virus beserta variannya, sementara pada tahun 2006 sedikitnya ada 5.000 virus dan program-program pengganggu setiap harinya.

Connolly juga mengatakan bahwa sedikitnya 71% persen mengaku pernah menjadi korban infeksi virus. “Tapi hasil riset menunjukkan jumlah sebenarnya jauh lebih besar dari itu,” ujar Connolly.

Dalam melakuan aksinya, para pembuat virus sudah tidak lagi semata-mata dilatarbelakangi idealisme dan semangat arus bawah. Akan tetapi, aktivitas mereka sudah dimotivasi uang dan alasan ekonomi. “Mereka kini mulai mencuri data penting dan rahasia, untuk kemudian dijual. Perbuatan mereka tergolong kriminal,” kata Connolly.

Team Cymru adalah sekumpulan orang-orang teknis yang mengaku berminat untuk lebih mengamankan Internet.